Kontingen pesilat dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Pekalongan berhasil menorehkan
prestasi membanggakan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026
yang berlangsung di kawasan Semarang Raya. Para atlet kebanggaan Kota Batik ini
sukses membawa pulang tiga medali sekaligus dari tiga nomor pertandingan berbeda,
yakni satu medali emas, satu medali perak, serta satu medali perunggu.
Raihan medali emas dipersembahkan oleh pasangan ganda putri Auliyatul Walidani dan Tri Hastuti
yang tampil dominan di babak final. Sementara itu, medali perak diraih oleh Deborettaa Indriaulia
yang bertanding di kategori tunggal putri. Lengkapnya raihan podium ini ditutup oleh
capaian medali perunggu dari kategori beregu putri yang diperkuat oleh trio atlet Dias Aprilia,
Rian Vini Nur Fajri, serta Syafaria Avrylza.
Perjuangan para atlet di gelanggang pertandingan semakin membara berkat suntikan motivasi dari
kehadiran jajaran pejabat daerah. Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid,
bersama Ketua KONI Kota Pekalongan, Eddywan, hadir secara langsung di tribune penonton
untuk memberikan dukungan moral dan memantau jalannya laga sejak babak penyisihan
hingga laga puncak.
Ketua IPSI Kota Pekalongan, Fauzi Umar Lahji, mengungkapkan bahwa kesuksesan yang
diraih jajarannya bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari pemusatan latihan
yang intensif dan melelahkan. Para atlet telah menempuh masa persiapan panjang
selama hampir sepuluh bulan, yang kemudian dimantapkan melalui program pemusatan latihan
terisolasi atau karantina selama tiga bulan penuh menjelang kejuaraan.
“Setiap hari, latihan pagi dan sore hanya libur di hari Minggu. Alhamdulillah, ini buah kecil dari apa
yang mereka laksanakan,” tegas Fauzi disela-sela mendampingi para atlet, Rabu (28/10/2026) siang.
Fauzi menaruh harapan besar agar capaian positif ini menjadi batu pijakan awal
untuk mengukir prestasi di level yang lebih tinggi, sekaligus memicu akselerasi pembinaan
seni beladiri di Kota Pekalongan. Pihaknya juga meminta doa restu dari seluruh lapisan
masyarakat agar dua pesilat lainnya, yakni Nadia yang bertarung di kelas C fighter serta Sidqi
di kategori fighter, dapat mengamankan tiket ke babak final dan menyumbangkan tambahan
medali emas.
Di sisi lain, apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Wali Kota Pekalongan,
Achmad Afzan Arslan Djunaid. Pria yang akrab disapa Aaf ini mengaku menyaksikan
secara langsung partai final nomor perorangan dan ganda putri yang berlangsung dramatis.
Kendati pesilat perorangan putri harus puas dengan raihan medali perak,
penampilan ganda putri dinilainya sangat solid hingga layak dianugerahi medali tertinggi.
“Tadi saya lihat sendiri, ganda putri perform-nya sangat luar biasa, dan alhamdulillah
dapat medali emas,” tutur Aaf usai mengamati laga.
Wali Kota menyampaikan rasa bangga atas kerja keras dan semangat pantang menyerah yang
ditunjukkan seluruh kontingen. Ia berharap capaian manis dari cabang olahraga pencak silat ini
dapat menjadi penambah daya dorong bagi cabor-cabor lainnya untuk terus menambah
perolehan pundi-pundi medali bagi Kota Pekalongan hingga
penutupan resmi Porprov pada 30 Oktober mendatang. (*fa)
Komentar
Posting Komentar