Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, menegaskan bahwa instansinya telah bergerak cepat membangun koordinasi intensif bersama dinas teknis guna memetakan serta mempercepat perbaikan infrastruktur tanggul yang rentan retak maupun jebol. Langkah preventif ini krusial untuk meminimalisasi risiko luapan air ke pemukiman warga saat curah hujan melonjak drastis di penghujung tahun.
"Nanti di bulan Desember ini hujan akan sangat tinggi sekali. Ini yang perlu kita waspadai. Kita sudah koordinasi dengan dinas teknis untuk adanya perbaikan tanggul-tanggul yang rawan untuk jebol," ungkap Agus saat ditemui di Kajen, Jumat (23/10/2026).
Sebagai gambaran evaluasi, Agus menyinggung insiden tanggul jebol di kawasan Slempeng beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut berhasil diatasi secara cepat melalui sinergi tanggap darurat antara BPBD, dinas terkait, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Ia menekankan bahwa kerentanan tanggul di wilayah pesisir makin tinggi lantaran tingginya permukaan air pasang laut (rob), yang bahkan mampu memicu genangan meski wilayah tersebut masih berada dalam periode kemarau.
Kejadian di Slempeng menjadi catatan penting bagi seluruh pihak bahwa fenomena rob dan fenomena cuaca ekstrem dapat memperlemah struktur benteng pertahanan air. Oleh karena itu, inventarisasi serta penguatan fisik pada titik-titik rawan banjir terus dikebut demi mencegah terjadinya kerusakan susulan saat debit air sungai meningkat signifikan.
Di saat bersamaan, penanganan masalah banjir pasang air laut di wilayah pesisir Kecamatan Tirto juga terus menunjukkan tren positif melalui percepatan pembangunan infrastruktur fisik pengendali banjir. Kepala Desa Mulyorejo, Samroni, menyampaikan bahwa proyek pembangunan tanggul pertahanan yang diinisiasi bersama jajaran TNI kini telah menunjukkan progres fisik yang cukup signifikan.
"Sudah pada hari ini melihat pengerjaan di tanggul TNI sudah 40 persen. Pintu air sudah selesai, nah tinggal pembangunan rumah pompa di Karangjompo," ujar Samroni saat memberikan keterangan secara terpisah pada Jumat (23/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa keberadaan tanggul, pintu air, dan rumah pompa Karangjompo merupakan sarana vital yang sangat dinantikan oleh masyarakat pesisir. Pasalnya, dampak luapan rob selama ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas warga di Desa Mulyorejo, tetapi juga merendam pemukiman tetangga seperti kawasan Tegaldowo dan Karangjompo.
Samroni pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah serta instansi teknis yang terus mengawal penanganan genangan air di wilayah Tirto. Ia meminta warga untuk tetap tenang dan bersabar memantau proses konstruksi yang tengah berjalan hingga seluruh fasilitas pengendali banjir beroperasi penuh secara optimal.
Rampungnya seluruh rangkaian pembangunan tanggul pertahanan beserta rumah pengisap air diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengendalikan limpasan air laut maupun genangan hujan di kawasan pesisir Kabupaten Pekalongan. (*fa)


Komentar
Posting Komentar