Dr. Bongot Huaso Mulia, M.Si., VP, Life Science Taman Safari Indonesia menyatakan “Berdasarkan pemeriksaan awal, satwa teridentifikasi mengalami luka terbuka disertai indikasi necrosis pada bagian kaki depan kanan, yang diperkirakan telah terjadi sejak beberapa hari sebelum evakuasi. Penyebab pasti luka tersebut masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis.” Hingga saat ini, satwa berada dalam kondisi aman di fasilitas Beach Safari Batang dan menjalani observasi secara berkala guna memastikan kondisi kesehatannya secara lebih menyeluruh, termasuk memastikan ada tidaknya kondisi lain di luar luka pada kaki. TSI menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya konservasi dan perlindungan satwa liar Indonesia, termasuk melalui keterlibatan teknis pada penanganan satwa di luar habitat operasionalnya apabila diminta dan dipercaya oleh otoritas berwenang. Perusahaan turut mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan sendiri apabila menemukan satwa liar di area permukiman, dan segera melaporkan kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan oleh tim yang memiliki kompetensi dan prosedur yang tepat.
Perkembangan kondisi satwa akan terus dipantau dan dikoordinasikan bersama BKSDA Jawa Tengah serta otoritas terkait lainnya.
Komentar
Posting Komentar